pangertian gedung
Gedung, adalah suatu bangunan rumah. Banyak gedung yang mempunyai nilai sejarah. Contonya: Gedung Stovia, Gedung Soempah Pemuda.
Gedung, adalah suatu bangunan rumah. Banyak gedung yang mempunyai nilai sejarah. Contonya: Gedung Stovia, Gedung Soempah Pemuda.
Candi, adalah bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu. Candi didirikan sebagai tempat untuk melaksanakan upacara keagamaan. Contohnya: Candi Borobudur, Candi Prambanan.
Kebanyakan patung atau arca ini berasal dari kerajaan Hindu dan Budha. Bentuk Patung itu bermacam-macam. Ada patung dewa-dewa, ada patung Budha, ada patung yang berupa binatang dan lain-lain. Patung-patung itu terbuat dari batu, perunggu, atau bahkan emas.
Fosil, yaitu sisa-sisa tulang belulang manusia dan hewan atau tumbuhan yang membatu. Tulang belulang dan sisa-sisa tumbuhan itu berasal dari masa purba. Mereka tertanam di lapisan tanah. Umumnya fosil-fosil ini sudah berumur jutaan tahun. Dari fosil-fosil itu kita bisa mengetahui kehidupan pada zaman purba. Contoh: Fosil tengkorak manusia purba di Sangiran Jawa Tengah yang ditemukan oleh E. Dubois.
Beberapa manfaat yang didapat dari menjaga kelestarian peninggalan sejarah antara lain yaitu:
1. memperkaya khasanah kebudayaan bangsa Indonesia,
2. menambah pendapatan Negara karena digunakan sebagai obyek wisata,
3. menyelamatkan keberadaan benda peninggalan sejarah, sehingga dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang, serta
4. membantu dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan untuk obyek penelitian.
Candi Borobudur merupakan bangunan suci berbukit sebagai peninggalan
sejarah agama Buddha mazhab Mahayana. Dari prasasti tahun 842 Casparis
menyimpulkan bahwa nama lengkap monumen sejarah itu adalah Bhumisambharabhuddhara yang berarti "Gunung himpunan kebajikan sepuluh tingkatan Bodhisattva". Dengan arsiteknya Gunadharma.
Tidak kurang dari 500 buah buku ditulis oleh para
ahli Indonesia maupun mancanegara mengenai Borobudur, tetapi belum ada
kesamaan pendapat, diantara para sarjana dan ahli arkeolog itu. Candi
Borobudur didirikan tahun berapa, oleh siapa, berapa lama penggunaan
bangunan bukit suci bagi agama Buddha dan kapan menghilang atau dengan
sengaja dikubur ataukah ada sebab lain. Semua pertanyaan ini masih terus
diteliti untuk memperoleh jawaban yang pasti dengan dukungan melalui
bukti-bukti sejarah.
Candi Borobudur terletak di pusat jantung pulau
Jawa. Borobudur termasuk salah satu candi peninggalan yang terdapat di
Propinsi Jawa Tengah, letaknya di Kabupaten Magelang (Kedu) Km.41dari
Yogjakarta kearah Utara melalui jalan raya yang menuju Magelang.
Borobudur sebuah candi menjulang tinggi dan
bersandar pada sebuah bukit menoreh yang membujur dari arah Timur ke
Barat, didampingi gunung-gunung membentang seperti disebelah Timur
terdapat gunung Merbabu dan Merapi, sebelah Barat terdapat gunung
Sumbing serta gunung Sindoro dan sebelah Barat Laut terhampar bukit
Menoreh, di sebelah Utara (lokasi Magelang) yang dikelilingi oleh gunung
Telomoyo dan Unggaran, ini membuktikan lambang kebulatan tekad dalam menyembah Ing Gusti (surat dari Dr. Beda Scramm kepada Mamoque).
Pemilihan lokasi presisi yang esak adalah berkat
berhasilnya rasa penyatuan diri logika penalaran dengan alam semesta.
Pendekatan epigrafi di ilhami dari sekian puluh prasasti yang ada, namun
pihak ahli ngotot dalam mencari benang merah untuk mendapatkan jawaban
tentang apa, siapa,mengapa,bilamana dan bagaimana Borobudur muncul
dibumi ini kembali.
Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke 8,
diperkirakan para ahli dari penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa
Borobudur dibangun lebih dahulu dari candi Kalasan, sedangkan candi
Mendut didirikan lebih dahulu dari candi Borobudur pada tahun 824 oleh
Raja Indra.
Salah seorang pengganti Raja Indra ialah
Samarotungga yang merampungkan bangunan suci candi Borobudur pada tahun
824. Samarotungga digantikan oleh Pramodawardhani bergelar Cri Kahulunan
yang nikah dengan keluarga Sanjaya yaitu Rakai Pikatan,
pengganti Rakai Garung. Pramowardhani mendirikan candi Plaosan. Menurut
J.G. Casparis berdasarkan prasasti Cri Kahulunnan tahun 842, di dalam
prasasti itu disebutkan terdapat kuil bernama Bhumisambhara ,menurutnya
masih terdapat sebuah kata 'gunung' dibelakang nya, sehingga nama
seluruhnya Bhumisambharabuddhara. Dari kata inilah akhirnya menjadi nama Borobudur.
J.G. Casparis telah menemukan dalam dua
prasasti Syailendra, di Plaosan dan Klurak. Salah satunya prasasti
Nalanda dari sekitar tahun 850 yang menyebutkan bahwa seorang Maharaja Balaputradewa,
penguasa Svarnadvipa telah memohon bantuan Raja Dewapala dari Magadha
untuk membangun sebuah asrama. Pada abad ke 7 nama Syailendra pertama
kali muncul dalam prasasti yang diketemukan di desa Sojomerto,dekat
pekalongan (Jawa Tengah).
Candi Mendut didirikan oleh Raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 Masehi, berdasarkan prasasti Karang Tengah tahun 824 Masehi,bernama Indra dengan gelar Cri Sanggramadananjaya. Candi ini menghadap Barat Daya. Mendut (=Venuvana) yang berarti hutan bambu. Sejarah Candi Mendut dibangun lebih dahulu, dibanding Candi Borobudur dan sering Candi Mendut ini dipergunakan untuk upacara keagamaan Buddha. Satu-satunya ruang dalam candi terdapat altar yang meliputi tiga arca/rupang, letaknya Arca yang satu menghadap pintu masuk, terlihat dari tengah adalah rupang arca Buddha Sakyamuni dengan mudra Cakra, disebelah kanan rupang Bodhisattva Avalokitesvara bermahkota Buddha Amitabha dan di sebelah kiri, terdapat rupang Bodhisattva Vajravani. Jumlah stupa yang ada disekeliling candi sebanyak 48 buah. Tinggi candi 26,4 m. Candi ini telah diketemukan kembali tahun 1836. Tahun 1897-1904 kembali ditata ulang sambil diperbaiki. Dan tahun 1908 diadakan perbaikan-perbaikan renovasi oleh Th. Van Erp, dilanjutkan tahun 1925. Sejumlah stupa yang telah dirapihkan, dipasang untuk disusun kembali. Ornamen dinding luar candi terpahat relief Avalokitesvara Bodhisattva yang terlihat begitu sangat indah, disamping ada Bodhisattva Maitreya, Vajrapani dan Manjusri. Pada bagian ruang pintu terdapat pula relief kalpataru bidadari yang melukiskan Hariti dan Atawaka (Suaka peninggalan sejarah dan purbakala-Jawa Tengah).